25 Desember 2007

INTERNET VIA HP PLUS SETTING GPRS

Alternatif yang satu ini memang mempunyai banyak keunggulan selain kecepatan juga fleksibilitas yang dimiliki cukup baik. Dengan internetan menggunakan ponsel sebagai modem, tentu saja kita bisa menggunakannya kapan saja dan dimana saja selama sinyal masih ada. Namun selain itu kita juga harus pertimbangkan masalah harga. Berikut penjelasan lebih lengkapnya!

Pemanfaatan ponsel sebagai modem untuk akses internet hanya merupakan salah satu alternatif koneksi internet. Caranya adalah dengan menghubungkan ponsel ke komputer/laptop melalui kabel data, infrared, ataupun bluetooth. Selanjutnya ponsel yang terhubung ke komputer akan digunakan sebagai modem untuk berbagai aktivitas di internet. Namun bagi sebagian orang, pemanfaatan ponsel sebagai modem sering dianggap sebagai tindakan buang-buang uang semata. Biaya yang dikeluarkan masih lebih besar dibandingkan dengan koneksi internet biasa. Setiap kilobyte data yang dikirim dan diterima dari jalur GPRS melalui ponsel dikenai biaya yang bervariasi, berkisar Rp. 5 sampai dengan Rp. 30 per kilobyte, tergantung dari pilihan operator.
Tarif rata-rata yang ditetapkan oleh Indosat Seluler untuk akses internet melalui IM3 dan Matrix adalah sebesar Rp. 11 per kilobyte. Sedangkan Mentari tidak menyediakan akses internet melalui GPRS. Hal ini dikarenakan layanan GPRS yang ada pada Mentari sampai saat ini hanya digunakan untuk mendukung pengiriman MMS. Sedangkan Telkomsel memasang tarif akses internet melalui simPATI sebesar Rp. 30 per kilobyte dan KartuHALO sebesar Rp. 25 per kilobyte. Bagi pengguna XL, setiap data yang diakses melalui jalur GPRS dikenai tarif sebesar Rp. 25 per kilobyte. Untuk operator CDMA seperti Mobile-8 (Fren), StarOne (Indosat), dan Telkom Flexi menghargai layanannya sebesar Rp. 5 per kilobyte.

Apabila Anda memanfaatkan Fren, StarOne, atau TelkomFlexi (Rp. 5/kilobyte) untuk mengakses halaman depan situs detik.com yang berukuran 386 Kilobyte, maka pulsa yang akan dipotong berkisar 1930 rupiah. Sedangkan jika menggunakan modem biasa untuk membaca situs yang sama, dibutuhkan waktu rata-rata sekitar 3,5 menit. Dengan lama waktu tersebut, Anda akan terkena biaya berkisar 580 rupiah apabila dihitung dengan perhitungan biaya Telkomnet Instan (Rp. 9.900 / jam). Namun biaya Rp. 580 tersebut tentunya masih harus ditambah dengan lamanya waktu koneksi selama Anda online pada saat membaca halaman tersebut. Namun meskipun telah ditambah dengan waktu baca sekalipun, penggunaan internet dengan modem biasa secara keseluruhan dapat dikatakan lebih murah.

Dengan perhitungan tarif per kilobyte seperti di atas, biaya pemanfaatan internet dengan modem biasa nyaris tak tergantikan oleh akses internet dengan modem ponsel, kecuali jika Anda memilih paket unlimited seperti yang ditawarkan oleh Indosat Seluler. Anda hanya mengeluarkan Rp. 200.000 untuk pemakaian paket unlimited tersebut dalam setiap bulannya, alias senilai Rp. 278 per jam. Namun harga ini hanya dirasakan ringan untuk pengguna internet yang kebutuhan internetnya cukup tinggi dalam setiap bulannya. Seseorang yang mempunyai aktivitas internet cukup tinggi, tentunya tidak akan rugi jika melihat perhitungan harga tersebut. Asalkan kecepatan yang diperoleh tidak mengecewakan, biaya tersebut dapat dikatakan cukup murah. Namun yang perlu diperhatikan, kecepatan akses setiap lokasi seringkali tidak sama. Tergantung dari daya pancar sinyal GPRS ke ponsel pelanggan dan waktu sibuk jalur komunikasi yang dipakai.

Jika Anda bukanlah pengguna internet aktif, apa keuntungan komparatif dari pemanfaatan ponsel sebagai modem?

Keunggulan yang nyata terletak pada kemudahan pemakaian internet di daerah yang tidak terjangkau oleh kabel telepon, jaringan komputer, atau bahkan oleh jangkauan hotspot internet sekalipun. Jika pada suatu daerah terpencil seseorang dapat memperoleh sinyal GPRS, maka ia dapat mengakses internet melalui komputer/laptopnya dengan memanfaatkan ponsel. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan internet sekalipun masih berada dalam perjalanan, tanpa harus dipusingkan adanya kabel telepon maupun lokasi penyedia jasa layanan internet (ISP). Bagi Anda yang memiliki mobilitas tinggi, cara mengakses internet seperti ini jelas akan mempermudah pekerjaan. Selain itu, apabila dibandingkan dengan layanan dial-up, koneksi internet melalui modem ponsel jauh lebih cepat. Karena kecepatan akses melalui jalur GPRS dapat mencapai 115 KBps, sedangkan pada pada dial-up maksimal hanya 56 KBps.

Instalasi
Sebelum memulai proses instalasi ponsel ke komputer, Anda harus memastikan layanan GPRS telah aktif terlebih dahulu. Khusus untuk IM3, layanan GPRS sudah langsung dapat digunakan ketika Anda membeli kartu perdana. Aktivasi GPRS yang paling mudah adalah dengan mengirimkan SMS dengan keyword tertentu ke salah satu nomor yang telah disediakan oleh operator ponsel. Beberapa operator yang menyediakan layanan SMS untuk aktivasi GPRS dapat Anda lihat pada tabel di bawah ini. Selain itu, Anda dapat menghubungi Customer Service masing-masing operator untuk aktivasi.

Tabel 1. Aktivasi GPRS
Operator Ketik Kirim Ke
Telkomsel GPRS 6616
Indosat (Matrix) PANGPRS 888
XL GPRS 9667

Jika GPRS sudah aktif, carilah konektor yang sesuai dengan ponsel dan komputer/laptop Anda. Asalkan kedua ponsel memilikinya, Anda dapat menggunakan kabel data, infrared dan bluetooth sebagai penghubung antara ponsel dan komputer/laptop. Harga kabel data untuk setiap ponsel bervariasi, umumnya berkisar 250 ribu sampai dengan 500 ribu rupiah.
Jika pada layar komputer muncul pesan adanya modem yang terdeteksi ketika ponsel dihubungkan, maka siapkan driver modem yang disertakan dalam box ponsel. Pada beberapa versi Windows, seringkali dibutuhkan driver untuk melengkapi instalasi. Jika driver tidak ditemukan, Anda disarankan untuk men-download melalui situs vendor (perusahaan pembuat) yang bersangkutan di internet. Modem yang telah terinstalasi dapat dilihat melalui Start> Control Panel> Phone/Modem Options. Selanjutnya pilih modem yang telah dikenali dan tekan tombol Properties. Klik tab Properties > Advance. Pada kotak teks Extra Setting masukkan isian sebagai berikut: AT+CGDCONT=1, "IP", "APN". APN atau Access Point Name diisi dengan APN masing-masing operator misalkan internet (Telkomsel), satelindogprs.com (Matrix), www.indosat-m3.net (IM3), atau www.xlgrps.net (XL). Sebagai contoh jika Anda menggunakan Telkomsel: AT+CGDCONT=1, "IP", "internet". Sedangkan jika Anda menggunakan Matrix: AT+CGDCONT=1, "IP", "satelindogprs.com". Tekan tombol OK untuk menyimpan pengaturan tersebut.

Selanjutnya buatlah konfigurasi dial-up melalui Dial-Up Networking atau Network Connections. Masukkan nomor akses, user, dan password sesuai dengan operator ponsel yang digunakan. Anda dapat melihatnya pada tabel 2 di bawah ini.

Tabel 2. Konfigurasi Dial-Up Networking
Kartu Nomor Akses User Password
Simpati *99***1# wap wap123
Halo *99***1# wap wap123
Matrix *99***1# [dikosongkan] [dikosongkan]
IM3 *99***1# gprs im3
Fren #777 m8 m8
TelkomFlexi #777 telkomnet@flexi telkom
Star One #777 starone indosat

TAMBAHAN:
UNTUK PENGGUNA KARTU XL SILAHKAN ISI TABELNYA DENGAN:
Nomor dial: *99***1#
Username: xlgprs
Password: proxl

Baca Selanjutnya..

12 Desember 2007

Jebol Password Windows XP

Berikut ini Tips dan Trik cara-cara menjebol password yang Windows XP, Semoga bermanfaat silahkan mencobanya.

CARA 1

Langkah-langkahnya :
1. Klik kanan icon my computer pada desktop,
klo gak ada buka windows explorer - my computer
2. Klik kanan - pilih "manage" (masuk ke computer management)
3. Klik local user and groups pada bagian system tool.
4. Untuk merubah password administrator - klik kanan - set password - silahkan kmu menge-set apa passwordnya .

CARA 2
klo admin'a dipassword n mau jebol pake user yg setingkat admin juga cie ga terlalu sulit.tp gmn klo status user'a dikasih batas???bingung gw bozz..blom ketemu caranya..tp klo yg user yg setingkat admin, cara gw cie gini buat jebol password admin :
1. buka degh command promt
2. truz ketik degh c:\
3. cd windows\system32
4. copy logon.scr logon.bak
5. copy cmd.exe logon.scr
6. net user administrator password barunya
7. selesai degh


CARA 3
pake aja pwdump6 dan john the ripper, pengoperasiannya sangat mudah kok... intinya kita ambil HASH file kemudian disimpan dalam file text. nahh... stelah itu kita crack pake JHON THE RIPPER..
Baca Selanjutnya..

19 November 2007

APA ITU VSAT ???

Perkembangan Teknologi Informasi saat ini sangat cepat yang diimbangi dengan perubahan bisnis perusahaan, dimana saat ini setiap perusahaan atau institusi menggunakan suatu solusi IT contohnya saja penggunaan TI dalam bidang Komunikasi Data. Ada banyak perusahaan baik yang menjadikan IT sebagai senjata utama atau hanya sebagai tools menggunakan komunikasi data untuk mengintegrasikan sistem mereka dalam satu jaringan yang terpusat. Secara Garis besar teknologi Komunikasi data dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu komunikasi data berbasis Satelite, Wireless, dan Teresterial. Penjelasan berikut penulis mencoba untuk menjelaskan beberapa teknologi yang digunakan dalam komunikasi data.

VSAT = Very Small Aperture Terminal

VSAT kependekan dari Very Small Aperture Terminal, sebuah terminal yang digunakan dalam komunikasi data satelit, suara dan sinyal video, tidak termasuk broadcast televisi. VSAT terdiri dari dua bagian, sebuah transceiver yang ditempatkan di luar (out doors) yang dapat langsung terjangkau oleh satelit dan sebuah alat yang di tempatkan di dalam ruangan yang menghubungkan transceiver dengan alat komunikasi para pengguna, PC misalnya. Transceiver menerima dan mengirim sinyal ke transponder satelit di langit. Satelit mengirim dan menerima sinyal dari sebuah ground station komputer yang berfungsi sebagai hub untuk sistem tersebut. Masing-masing komputer pengguna terhubungkan oleh hub ke satelit, membentuk sebuah topologi bintang (star topology). Hub tersebut mengatur keseluruhan operasional network. Agar sebuah komputer pengguna dapat melakukan komunikasi dengan lainnya, transmisinya harus terhubung dengan hub yang kemudian mentransmisikan kembali ke satelit, setelah itu baru dikomunikasikan dengan komputer pengguna VSAT yang lain.

Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner berarti satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya. Satelit geostasioner mengorbit selalu pada titik yang sama di atas permukaan bumi, katakanlah di atas Monas, maka dia akan selalu berada di atas sana dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya. Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA. Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang ditengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan koneksi yang baik untuk hubungan data, suara dan fax. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT. Frame TDM selalu berukuran 5.760 byte.

Setiap frame memiliki 240 sub-frame. Setiap subframe adalah 24 byte. Panjang waktu frame tergantung pada data rate outbound yang dipilih. TDMA selalu pada 180 ms. TDMA disinkronisasi untuk memastikan bahwa kiriman data yang berasal dari stasiun yang berbeda tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya. satelit komunikasi. Kinerja yang utama dari pada sistem satelit untuk aplikasi ini adalah Receive G/T, EIRP dan Linieritas Penguat Daya. Besarnya nilai G/T dan EIRP akan sangat menentukan sekali besarnya ukuran terminal VSAT, yang pada akhirnya menentukan nilai ekonomisnya. Namun penambahan EIRP dan G/T akan menyebabkan harga satelit menjadi naik. Oleh karena itu penentuan karakteristik payload transponder merupakan salah satu kunci sukses agar sistem multimedia dapat berjalan dengan baik.

Pada bagian selanjutnya kita akan membahas tentang kerakteristik dari pada payload transponder satelit yang merupakan inti dari pembahasan ini.Sistem satelit yang banyak dipakai pada saat ini adalah satelit yang non regenerative yaitu hanya melakukan fungsi merelay tanpa ada pemrosesan sinyal baik itu modulasi dan demodulasi. Penggunaan sistem satelit regenaratif akan menyebabkan harga dari satelit ituakan naik dikarenakan teknologi yang dipergunakan untuk aplikasi di ruang angkasa belum banyak dipakai untuk mencapai nilai ekonomisnya.

Di Amerika pada awal 80-an muncul teknologi komunikasi satelit dengan antena kecil, yang mampu menghubungkan point to multipoint atau sebaliknya multipoint to point. Teknologi itu terkenal dengan sebutan VSAT (Very Small Aperture Terminal). VSAT masuk pertama ke Indonesia tahun 1989 seiring dengan bermunculnya bank-bank swasta yang sangat membutuhkan system komunikasi online seperti ATM (Automated Teller Machine). Pemanfaatan VSAT di Indonesia termasuk yang pertama di Asia Tenggara, yang dipelopori olehperusahaan swasta nasional PT Citra Sari Makmur (CSM) dengan lisensi PT TELKOM. CSM mulai beroperasi awal 1990 dengan memanfaatkan satelit PALAPA. Saat ini selain CSM ada 3 operator VSAT swasta yaitu Lintasarta, Elektrindo Nusantara dan Rintis Sejahtera (Primacom). Pangsa pasar terbesar masih dikuasai CSM. Di luar itu masih ada 2 operator yang hanya melayani kalangan sendiri, Dwi Mitra (kelompok Garuda Indonesia) dan BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika).

Keuntungan dengan VSAT
1. Koneksi dimana saja. Tidak perlu LOS dan tidak ada masalah dengan jarak,
2. Jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global.
3. Pembangunan infrastrukturnya relatif cepat untuk daerah yang luas, dibanding teresterial.
4. Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting
5. kecepatan bit akses tinggi dan bandwidth lebar. VSAT bisa dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit,
6. Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice, video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar
7. jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP router dengan keandalannya mendekati 100%
8. Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi.
9. harga relatif mahal karena menyewa dengan sebuah provider

Kerugian VSAT
1. Untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
2. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
3. Curah Hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan. Saat ini band frekuensi yang banyak dipakai untuk aplikasi broadcasting adalah S-band, C-Band dan Ku-Band. Untuk daerah seperti Indonesia dengan curah hujan yang tinggi penggunaan Ku-band akan sangat mengurangi availability link satelit yang diharapkan. Sedangkan untuk daerah daerah sub tropis dengan curah hujan yang rendah penggunaan Ku-Band akan sangat baik. Pemilihan frekuensi ini akan berpengaruh terhadap ukuran terminal yang akan dipakai oleh masing masing pelanggan.
4. Rawan sambaran petir gledek
5. Sun Outage, Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi-satelit-matahari berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik headend/ teleport maupun ground-segment biasa.
6. Debu Meteroit,
7. Seringkali menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di orbit, satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya. Bersambung …..
Sumber : http://www.goes.noaa.gov/, http://www.weather.gov/sat_tab.php?image=ir, http://www.lyngsat.com/
Baca Selanjutnya..

Followers

 

Copyright © 2009 by EKO JOKO WEBLOG