Tampilkan postingan dengan label TIPS TRIKS KOMPUTER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS TRIKS KOMPUTER. Tampilkan semua postingan

15 Juli 2009

Menghilangkan Pesan Windows Genuine Advantage ( WGA )

Kalau komputer kamu dalam keadaan terkoneksi dengan internet kemudia timbul pesan peringatan tentang validasi keaslian Windows yang kamu gunakan, jangan pusing or takut, karena fitur itu adalah Windows Genuine Advantage, yang biasa disingkat WGA.



Untuk menghilangkan peringatan WGA yang biasanya timbul di pojok kanan bawah pada system tray Windows, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Buka Task Manager dengan Ctrl+Alt+Del
2. Matikan proses yang bernama " wgatray.exe "
3. Restart/reboot komputer dan masuklah ke dalam safe mode
4. Pada safe mode, buka registry editor atau regedit melalui menu Run. Ketik regedit kemudian enter
5. Pada regedit, carilah : HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\microsoft\windowsNT\CurrentVersion\WinlogonNotify, kemudian hapus folder "WINLOGON"
6. Restart kembali komputer seperti biasa.....

Semoga membantu

Sumber: http://mjieschool.multiply.com
Baca Selanjutnya..

14 Juli 2009

Teknik Menyedot Bandwidth

Setelah joging kerumah mbah google akhirnya saya dapat mengumpulkan beberapa referensi yang sy rangkum dalam sebuah konsep yaitu Menyedot Bandwidth baik pada jaringan Wifi maupun Warnet, terlebih lagi bagi penguna Broadband / VSAT....


Kerja dikit ga' apa-apa kan, cuma butuh waktu 5 menit kok...
Berikut beberapa Trik yang dapat saya simpulkan
1*. Buka jendela baru pada Browser Mozilla Firefox
2*. Pada Address Bar Ketik : about:CONFIG

biasanya akan muncul kotak dialog peringatan, jika kotak ini muncul klik saja "i'll be careful, i promise"..

3*. Cari string di bawah ini dan pastikan semua srting dibawah “TRUE”
contoh menggantingnya :
NETWORK.HTTP.PIPELINING FALSE ==> klik kanan dan pilih “Toggle”
NETWORK.HTTP.PIPELINING TRUE
NETWORK.HTTP.PIPELINING.MAXREQUESTS 64

NETWORK.HTTP.PROXY.PIPELINING TRUE
NETWORK.PROXY.SHARE_PROXY_SETTINGS FALSE <=== ini harus False 4*. buat srting baru caranya : Klik Kiri Dimana Saja, Klik Kanan NEW-->>INTEGER
5*. Ketik : NGLAYOUT.INITIALPAINT.DELAY Beri Nilai 0
6*. Kemudian REFRESH atau Tekan F5

7*.Copy Paste Link Ini pada address bar lalu enter :

https://addons.mozilla.org/extensions/moreinfo.php?id=125&applicationfiltered=firefox

klik dowload untuk memasang SwitchProxy pada browser Mozilla anda
8*.Download Software SwitchProxy Tool Versi 1.3.4
9*.Setelah Selesai Jangan Tekan Tombol UPDATE
10*.tutup saja jendela POP UP Window Yang Muncul
11*.restart Browser Mozilla FireFox,
12*.Kalo Instalasi Sukses, Akan Muncul Toolbar tambahan Di Bawah Toolbar Navigasi & Address Bar.

Silahkan unjuk gigi untuk mendownload ria dengan Bandwidth serasa milik anda sendiri

nb:*

---->>SwitchProxy yang anda gunakan tadi dapat Mengganti Proxy Secara Otomatis Di Browser Mozilla FireFox
---->>Langkah diatas Efektif dilakukan Di Warnet atau Hotspot Yang ramai untuk Menyedot Bandwidth ke PC atau laptop Anda



Baca Selanjutnya..

12 Desember 2007

Jebol Password Windows XP

Berikut ini Tips dan Trik cara-cara menjebol password yang Windows XP, Semoga bermanfaat silahkan mencobanya.

CARA 1

Langkah-langkahnya :
1. Klik kanan icon my computer pada desktop,
klo gak ada buka windows explorer - my computer
2. Klik kanan - pilih "manage" (masuk ke computer management)
3. Klik local user and groups pada bagian system tool.
4. Untuk merubah password administrator - klik kanan - set password - silahkan kmu menge-set apa passwordnya .

CARA 2
klo admin'a dipassword n mau jebol pake user yg setingkat admin juga cie ga terlalu sulit.tp gmn klo status user'a dikasih batas???bingung gw bozz..blom ketemu caranya..tp klo yg user yg setingkat admin, cara gw cie gini buat jebol password admin :
1. buka degh command promt
2. truz ketik degh c:\
3. cd windows\system32
4. copy logon.scr logon.bak
5. copy cmd.exe logon.scr
6. net user administrator password barunya
7. selesai degh


CARA 3
pake aja pwdump6 dan john the ripper, pengoperasiannya sangat mudah kok... intinya kita ambil HASH file kemudian disimpan dalam file text. nahh... stelah itu kita crack pake JHON THE RIPPER..
Baca Selanjutnya..

15 Juli 2007

Manfaat Safe Mode

Dengan masuk dalam safe mode, Anda bayak memperbaiki komputer Anda yang terluka, baik karena virus atau karena aplikasi yang tidak benar. Bahkan bila ada kerusakan driver yang membuat Anda tidak dapat booting dengan benar dapat diperbaiki dalam safe mode.


“Lakukan dalam safe mode” kata-kata ini kerap muncul pada saat komputer terserang virus-virus kebal yang sulit dibasmi. Seakan-akan dalam safe mode virus akan kehilangan kekebalannya. Apa benar demikian?

Ya. Dalam safe mode operating system akan berjalan secara minimalis dan semua aplikasi akan ditidurkan, sehingga dalam safe mode sangat efektif membasmi virus.

Lebih dari itu safe mode ternyata memiliki fungsi yang lebih dalam lag. Tidak hanya berkaitan dengan virus dan kawan-kawannya saja. Dalm safe mode, Anda dapat melakukan banyak perbaikan yang biasa dilakukan para teknisi komputer.

Oleh sebab itu dengan mempelajari safe mode lebih jauh, Anda dapat menghemat biaya perbaikan oleh teknisi-teknisi di Mangga Dua.

Masuk dalam safe mode bukankah langkah yang sulit. Pertama-tama nyalakan komputer atau restart komputer, lalu setelah selesai loading RAM, tekan F8. Dalam Windows XP, Anda akan diberikan beberapa pilihan untuk modul safe mode. Yang pertama Sade Mode with Networking, Safe Mode with Command Prompt dan yang terakhir Safe Mode saja. Bila Anda ingin dapat terhubung kejaringan tempat komputer terhubung atau ingin menggunakan koneksi internet ketika berada dalam safe mode, maka pilihlah pilihan pertama. Bila akan menggunakan safe mode dalam bentuk command prompt seperti layaknya DOS atau Linux, gunakan Safe Mode with Command Prompt. Namun bila hanya ingin mengunakan Safe Mode biasa tanpa terhubung dengan jaringan apapun, pilihlah saja Safe Mode.

Jika Anda ingin menggunakan Windows XP Pro, maka dapat memilih login yang digunakan asalkan memiliki izin agai admin. Sedangkan, para pengguna Windows XP Home hanya ada login administrator yang ditawarkan dengan password yang dikosongkan. Sehingga hanya seseorang yang mengetahui password administrator utama saja yang dapat masuk dalam Safe Mode Windows XP Home.

Ketika akan masuk dalam Safe Mode, Anda akan ditanyakan apakah Anda yakin atau tidak. Jika ya, maka lanjutkan. Jika tidak lebihbaik mundur. Meskipun sebenarnya tidak akan berbahaya masuk dalam safe mode. Masuk dalam safe mode sama saja dengan login sebagai administrator. Tidak ada yang berbeda, selain keminimalisan operating system, perangkat keras, dan aktifnya aplikasi (perangkat lunak).

Menghilangkan Virus dalam Safe Mode
Pada awal wacana sempat dikatakan bahwa pembasmian virus dan kawan-kawannya sering manjadi agenda utama seseorang masuk dalam Safe Mode. Mungkin sebagian Anda sudah banyak yang mengetahui bagaimana menghapus virus dan modul biasa. Bagaimana dalam Safe Mode? Lebih mudah. Karena dalam safe mode tidak banyak pengaturan yang harus dilakukan. Sebagian besar aplikasi virus ternama pada modul Safe Mode akan otomatis melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Oleh sebab itu, melakukan scanning pada Safe Mode memang cendrung lebih lama.

Selain virus yang sulit dibasmi, dalam Safe Mode Anad juga dapat menghapus adware dan spyware. Caranya sama saja. Jalankan program anti spyware dan anti adware, seperti halnya men-scan dengan anti virus. Maka, spyware dan adware pun dapat hilang layaknya virus.

Mengapa dengan Safe Mode bisa,sedangkan tanpa Safe Mode tidak? Karena pada umumnya aplikasi perusak sekali mendapat izin untuk aktif, maka ia akan trus menginstal dirinya setiap kali dihapus atau di-uninstall. Bahkan ada beberapa aplikasi adware atau spyware yang pada saat aktif memang tidak dapat dihentikan atau dihapus. Dalam Safe Mode semua aplikasi ini tertidur , sehingga dapat dimatikan. Dalam modul biasa aplikasi penggangu umumnya akan aktif pada saat komputer mulai dinyalakan.

Mengakses System Restore
System restore adalah salah satu fitur yang efektif untuk mengembalikan system Anda pada keadaan dimana kerusakan atau konflik sistem belum terjadi. Misalnya pemasangan driver yang tidak kompatibel dengan Windows XP. Dengan system restore, Anda dapat dengan mudah mengembalikan kondisi komputer kembali ke waktu dimana perangkat tersebut di install.

System restore dapat diakses melalui system tools, dalam modul normal. Namun adakalanya dimana kerusakan atau ketidakcocokan alat/driver mengakibatkan user sulit memasuki modul normal atau dapat disebut juga komputer gagal booting. Oleh sebab itu, salah satu jalan keluarnya adalah mengakses system restore dari modul Safe Mode.

Bahkan setiap kali akan memasuki Safe Mode, Anda akan selalu ditanya oleh komputer Anda apakah akan bekerja dalam safe mode atau hanya kan menjalankan system restore. Jika Anda ingin menjalankan system restore, pada saat awal memasuki safe mode pilih saja No.

Kemudian Anda dapat menjalankan system restore sebagaimana layaknya menjalankan system restore pada modul normal. Semua langkah dalam menggunakan system restore tidak ada yang berbeda, baik dalam Safe Mode maupun dalam modul normal. Untuk lebih jelas mengenai Safe Mode, bagaimana mengaturnya.


Memperbaiki Komputer Rusak
Komputer yang tidak dapat dipergunakan ada banyak sebabnya. Mulai dari aplikasi yang rusak sampai pada kerusakan fisik Beberapa kerusakan ini sebenarnya dapat dengan mudah diperbaiki dalam safe mode, ketimbang harus dibawa ke tempat servis yang tidak jarang membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Beberapa petunjuk di bawah ini nantinya dapat anda pergunakan untuk memperbaki beberapa kerusakan komputer dengan safe mode. Namun, terlebih dahulu Anda harus mengenali jenis kerukan apa yang dialami komput Anda.

Cara mengetahuinya adalah dengan mengidentifikasi di mana kegagalan terjadi. Jika komputer gagal menjalani proses booting, pada saat sedang loading Windows atau kemudian diam dan layar menjadi biru, maka kekacauan dat6ing dari driver atau hardware yang tidak cocok.

Sedangkan bila yang terjadi adalah system crash pada saat proses loading selesai dijalankan, atau pada saat Windows sedang melakukan proses star up, maka yang terjadi biang keladinya adalah aplikasi yang aktif pada saat star up. Baik karena proses instaliasi yang tidak sempuna, karena kompliknya aplikasi dengan aplikasi lain, atau hardware yang ada. Semuanya bisa saja menjadi penyebab.


Kerusakan Software
Kerusakan yang ditimbulkan oleh aplikasi cukup beragam, diantaranya adalah aplikasi tersebut dapat membuat system mengalami crash baik pada saat komputer selesai loading antar muka atau pada saat aplikasi dijalankan. Bahkan ada juga beberapa aplikasi atau service yang membuat system sepenuhnya gagal booting.

Masalah-masalah yang ditimbulkan oleh aplikasi ini sebenarnya memiliki banyak solusi sebelum akhirnya diselesaikan dengan safe mode.

Yang pertma adalah dengan meng-uninstall aplikasi melalui control panel, Add/Remove Programs. Lalu install ulang. Yang kedua adalah dengan menjalankan system restore. Jika keduanya berhasil, maka tidak perlu masuk ke dalam Safe Mode. Namun jika keduanya tidak berhasil atau tiap kali melakukannya komputer selalu melakukan crash, karena konflik yang terjadi antara software dan hardware. Maka langkah selanjutnya barulah menggunakan Safe Mode. Langkah menggunakan Safe Mode juga akan dengan sendirinya harus Anda lakukan bila kerusakan membuat Anda sulit masuk dalam antar muka Windows XP yang normal. Umumnya ditimbulkan oleh aplikasi yang aktif pada saat startup.

Langkah awal adalah masuk dalam Safe Mode. Kemudian lakukan proses uninstall dari Safe Mode. Cara ini umumnya sangat efektif. Karena kemungkinan system mengalami konflik sangat minim.

Jika tidak mengetahui program apa saja pada saat start up, maka Anda dapat menggunakan bantuan aplikasi khusus (yang dapat mendeteksi auto run aplikasi) atau dengan menggunakan perintah 'msconfig'. Caranya tekan start kemudian klik run dan tulis msconfig, kemudian tekan Ok.

Setelah itu buka halaman start up. Pada halaman ini Anda dapat menandakan mana saja aplikasi yang ingin Anda pilih untuk tetap diaktifkann dan mana yang tidak. Lalu jalankan kembali ke Windows dalam modul biasa.

Namun jika tidak diketahui aplikasi mana yang mengacau, Anda perlu menjalankan trik berikut :

Jalankan 'msconfig' dalam safe mode lalu pilih bagian start up. Dan langsung tekan tombol Disable all. Tekan tombol apply lalu booting komputer Anda dalam modul biasa.

Kemudian dalam modul biasa, jalankan kembali msconfig dan buka kembali bagian start up.

Setelah itu, pilih salah satu persatu aplikasi untuk diaktifkan. Setiap kali mengaktifkan satu aplikasi, booting kembali komputer Anda.

Lakukan terus sampai Anda mengalami crash atau biasa muncul. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui sebenarnya aplikasi mana yang menjadi gara-gara.

Bila sudah diketahui, lakukan proses penonaktifan aplikasi tersebut atau menguninstall secara langsung aplikasi dalam Safe Mode.



Kerusakan Hardware

Jika Anda salah meng-update driver, dengan mudah Anda dapat menjalankan Roll Back Driver. Namun kadang untuk menjalankan rol back driver tidak sesederhana itu. Sebab bila ternyata terjadi konflik, maka akan ada kemunkian system crash dan tidak mau booting ke dalam modul normal sehingga proses roll back driver harus dilakukan dalam Safe Mode.

Proses roll back driver dapat dilakukan jika memang Anda mengetahui driver mana yang bermasalah.

Umumnya permasalahan driver bila tidak karena salah drivernya, maka kesalahan lain adalah sriver yang rusak tidak dapat diterima oleh operating system. Dalam Windows XP, Anda boleh mencurigai driver-driver yang tidak memilki sertifikasi Windows XP. Cara mengetahui driver mana saja yang tidak memiliki sertifikasi Windows XP adalah dengan menjalankan perintah 'sigverif'.

Namun bermasalah dengan operating system Anda. Oleh sebab itu, Anda harus mengetesnya satu per satu. Sebelum mengetes, sebaiknya Anada jalankan 'sigserif' tersebut dalam modul Safe Mode. Lalu setelah Anda mengetahui driver mana saja yang bukan bersetifikasi Windows cut dan paste file tersebut dari :C\windows\system32\driver\ ke dalam folder yang Anda buat sendiri (misalnya diberikan nama back up).

Kemudian kembalikan (dengan cut dan paste) satu persatu ke dalam driver kedalam folder :C\windows\system32\driver\ satu per satu sambil me-roboot komputer dalam modul biasa-pada setiap satu file dipindahkan-sambil Anda mengalami masalah atau sampai kmputer tidak mau me-reboot tau crash. Dengan begitu, Anda akan mengetahui driver mana yang bermasalah. Cut dan paste driver tersebut kembali ke folder yang Anada buat sebelumnya. Lalu cari penggantinya yang lebih baik. Bila sudah dapat di install kembali drivernya.

Namun, jangan lakukan hal ini pada driver VGA. Untuk driver VGA caranya cukup dengan rool back driver atau meng-update drivernya. Dalam mengakses menu driver VGA dalam Safe Mode adalah sebagai berikut. Setelah jalankan Safe Mode, klik kanan pada dekstop, lalu pilih properties. Kemudian itu pilih halaman setting, tekan tombol Advance di bagian bawahnya. Lalu pada halaman adapter tekan tombol Properties. Pada halaman driver Anda dapat melakukan tindakan-tindakan yang disebutkan tadi.

Bila ada perangkat yang setelah dipasang justru membuat komputer crash atau membuat menolak booting, maka Anda harus men-Disable-kan terlebih dahulu perangkat tersebut dalam modul Safe Mode. Kemudian cari driver yang benar kemudian install driver tersebut dalam modul normal. Setelah terinstall dengan benar, barulah enable-kan kembali perangkat Anda dalam modul normal juga.

Tidak jarang juga berkaian dengan VGA adlah niladi refresh rate yang tidak sesuai dengan kemampuan monitor, sehingga kadang monitor tidak mau menampilkan antarmuka operting system-nya dengan baik. Cara memperbaikinya tekan tombol F8 (seperti akan masuk dalam Safe Mode) namun jangan plih safe mode, melainkan pilih Enable VGA Mode. Dengan begini komputer akan me-reset pengaturan VGA pada nilai standard yaitu resolusi 640x480 dengan refresh rate 60 Hz. Untuk mengubahnya tekan menu Start, Control Panel, Display, Settings, Advance. Kemudian dalam halaman Adaptor tekan tombol 'list all modes'. Cobalah opsi yang Anda inginkann, bila tidak ada keganjilan, berati cocok. Jika sudah cocok, reboot kembali komputer dalam modul normal.

Banyak bukan yang dapat Anda lakukan dengan Safe Mode? Tidak perl lagi terburu-buru ke tukang service. Lain kali cobalah dulu perbaiki sendiri.
Baca Selanjutnya..

10 Mei 2007

Proteksi Untuk VCD

Agar Vcd yang kita buat tidak dicopy orang lain. Dapat digunakan Program Video-CD Protector. Dengan program ini maka Vcd tidak dapat dicopy. Karena saat dimasukkan ke PC hanya akan terbaca sebagai disc kosong.

Kelemahan Video-CD Protector ini adalah vcd menjadi tidak dapat diputar di PC. VCD hanya bisa diputar di VCD Player.
Cara penggunaannya:
1. Buatlah Image dengan vcd yang akan Anda proteksi, misalnya dengan Nero
2. Jalankan Video-CD Protector
3. Klik Browse, kemudian pilih file image vcd yang telah dibuat td.
4. Klik Start
5. Burning image vcd tadi.

Baca Selanjutnya..

10 April 2007

Tips Disable Copy Paste File

Apakah PC atau laptop Anda sering digunakan oleh orang lain? Jika, ya, apakah mereka sering mengcopy data atau file-file penting tanpa seizin Anda? Jika menghendaki, Anda dapat membuat file-file penting Anda tersebut tidak dapat dicopy paste begitu saja. Berikut Tips Men-Disable Copy Paste File bersama Tips dan Trik Komputer sehingga setiap user tidak dengan mudah untuk melakukan copy paste file-file kita ke media penyimpanan, seperti flash disk, disket, CD/DVDRW, media portable lainnya.


Sebelumnya, Tips Komputer mengucapkan terima kasih kepada Mas Irfan atas izin untuk men-sharing tips mendisable copy paste ini. Semoga amal kebaikannya mendapat balasan dari-Nya. Amin,…

Langsung saja, berikut tipsnya.
* Klik Start >> Run >> ketik Regedit kemudian OK atau ENTER.
* Klik HKEY_LOCALMACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control
* Klik kanan pada Control pilih New >> Key kemudian beri nama “StorageDevicePolicies” (tanpa tanda kutip)

* Klik kanan pada StorageDevicePolicies kemudian pilih New >> DWord Value kemudian beri nama “WriteProtect” (juga tanpa tanda kutip).

* Kemudian klik double pada WriteProtect tersebut, kemudian ganti value datanya menjadi 1.
* Kemudian Restart Komputer/Laptop Anda.
* Selesai

Jika berhasil, setiap kali ada orang lain yang ingin mengcopy paste file, maka komentarnya seperti di bawah ini.

Jika ingin mengembalikan ke kondisi semula, ganti value datanya menjadi 0.

(sumber : earfun21.blogspot.com)
Baca Selanjutnya..

07 April 2007

Mencegah orang lain menyalin (copy) file ke flashdisk

Computer Anda sering digunakan orang lain? Kalau ada data penting di dalamnya, tentu Anda tidak ingin data tersebut diambil tanpa sepengetahuan Anda. Untuk melindunginya, Anda bisa menggunakan software pengunci folder. Namun, kebanyakan software tersebut tidak gratis.

Sebenarnya, kita bisa melindungi computer tanpa software apapun. Cukup dengan memasukan salah satu perintah di registry, computer Anda bisa aman. Kecuali, yang menggunkannya memang sudah ahli atau pernah membaca artikel ini.

Jika Anda ingin menggunakan trik ini, silakan ikuti langkah berikut.


  • Tekan winkey + R lalu ketik regedit. Tekan enter.



  • Masuk ke HKEY_LOCALMACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control.




  • Klik kanan lalu pilih New > Key.



  • Beri nama StorageDevicePolicies.


  • Klik kanan StorageDevicePolicies lalu pilih New > DWORD Values. Beri nama WriteProtect.



  • Klik dua WriteProtect kali lalu beri nilai 1.



  • Klik OK dan restart computer Anda.
    Jika ada yang menyalin (copy) file di computer Anda ke flashdisk, aka nada peringatan seperti ini.

    Orang lain tidak akan memindahkan (paste) ke flashdisk. Untuk mengembalikan ke semula, ubah nilai WriteProtect menjadi nol (0).















Baca Selanjutnya..

12 Oktober 2006

Mencegah Pencurian File

Nih ada trik baru, yaitu memproteksi file dikomputer agar tidak bisa dicopy. Sekedar iseng-iseng saja ya....?gak pake program atau software khusus, cuman tinggal utak atik tuh Registry. Caranya:

1. Buka Run (windows+R pada keyboard) ketikkan regedit ----> Enter
2. TrusCari ----> HKEY_LOCALMACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control
3. Di folder CONTROL, cari folder "StorageDevicePolicies", kalo belum ada, buat dengan klik Edit > New > Key terus namain folder baru itu ----> "StorageDevicePolicies"
4. trus di folder "StorageDevicePolicies", ketik Edit > New > Dword (32-bit)
5. trus key yang baru itu namain : "WriteProtect"
6. Klik 2x Key WriteProtect-nya, trus ganti Value Data jadi 1
7. Restart deh ....kalo udah, coba aja kamu copy file ke Flashdisk, kalo langkah diatas udah bener pasti muncul dialog.
Jadi siapapun ga akan bisa ngambil data dari komputer kamu ...tapi komputer kamu bisa ngambil data dari si Flashdisk itu...selama pake ginian, ga pernah ada efek samping buat komputer (pake obat kalee...)paling buat yang nyolokin Flashdisk aja kebingungan dia ga bisa ngambil data di komputer. he he he heNanti kalo mo dibalikin lagi jadi normal ...tinggal balikin aja Value Data dari key yang namanya "WriteProtect" itu jadi 0.
Kompatibel pula di Win XP SP1, SP2, SP3, + Win VISTA
Selamat Iseng ---- Semoga Bermanfaat
Baca Selanjutnya..

15 Juli 2006

System Restore

Berbeda dengan back up system restore hanya mempengaruhi sistem komputer anda saja, selebihnya tidak. System restore sangat dapat menjadi jalan alternatif ketika sistem pada komputer Anda bermasalah.


System Restore bukan fitur baru dalam Windows XP. Bukan juga fitur yang sangat lama. System Restore sudah mulai diperkenalkan sejak Windows Me diluncurkan. System Restore memungkinkan seorang administrator untuk mengmbalikan system pad kondisi sebelumnya tanpa kehilangan data personal. Tindakan ini biasanya dilakukan bila perubahan yang di berikan/terjadi pada sistem Anda membuat sistem menjadi tidak stabil atau tidak sebagaimana mestinya.

System Restore memperhatikan setiap perubahan yang terjadi sistem. Dan selalu memberikan tanda pada saat perubahan terjadi. Selain mencatat perubahan sistem, System Restore juga melakukan pencatatan sendiri yang dinamakan Restore Checkpoint.

Restore Checkpoint adalah titik diman pemeriksaan dilakukan oleh komputer Anda, atau juga dapat dikatakan titik waktu dimana komputer melakukan Capture terhadap system.

Anda juga dapat mengembalikan kondisi system pada kondisi-kondisi sebelumnya dimana komputer memiliki catatannya. Catatan dilakukan sampai tingkat ketelitian detik. Restore Checkpoint juga dapat Anda lakukan secara manual dengan dilengkapi keterangan tersendiri.

System Restore tidak hanya melakukan restorasi harddisk yang digunakan untuk operating sistem dja, melainkan semua partisi harddisk. Sebab biasa nya Anda menginstal sebuah program pada partisi yang berbeda dengan letak oprating sistem Anda.

Pembahasan selanjutnya mengenai System Restore hanya akan terbatas pada Windows XP saja.


Aktivasi System Restore
Bagaimana mengaktifkan system restore?
Sebenarnya secara standar, sytem restore akan aktif dengan otomatis, segera setelahWindowa berhasil diinstal. Aktifnya system restore membutuhkan minimal 200 MB pad setiap partisi. Jika ruang yang ada minimal ada tidak mencukupi maka secara otomatis *** system restore akan dinonaktifkan, sampai kapasitas ruang kembali mencukupi.

Bagaimana bila ingin mengkontrol (mengaktifkan atau mematikan) System Restore?

Proses kontrol ini dapat dilakukan secara manual, bila Anda inginkan. Caranya ikuti langkah berikut :
1) Klik kanan pada My Computer, lalu pilih Propertis
2) Pada jendela Propertis, pilih halaman System Restore
3) Pada halaman ini, Anda dapat mematikan semua Sytem Restore pada partisi dengan memberikan tanda centrang pad opsi Turn off system restore on all drives(dibagian paling atas). Atau secara manual mematikan System restore satu persatu pad masing masing partisi.

Caranya :
a) Pilih partisi yang ada di kolom Available drives. Lalu tekan tombol setting di sebelah kanan

b) Kemudian berikan tanda centrang pad opsi turn off System restore on this drive

c) Sebagai catatan : pada partisi dimana Windows di instal hal ini dapat dilakukan. Satu-satunya cara mematikan partisi ini adalah dengan mengikut langkah ketiga dimana system restore pada semua partisi ikut dimatikan.

Dapatkah kapasitas system restore di kecilkan?

Dikecilkan tidak mungkin. Namun bisa diperbesar tergantung pada besar harddisk yang digunakan. Maksimal sampai 12% kapasitas harddisk. Jika catatan yang dimiliki oleh system restorre terus bertambah maka secara otomatis system restore akan menghapus catatan terlama, ketika ada catatan terbaru akan masuk.

Bila ingin mengatur ruang untuk system restore Anda dapat melakukannya pada System Restore Setting yang ada pada propertis My Computer (perhatikan pertanyaan kedua). Berikut langkah detailnya

1) Pilih partisi (dalam kolom Available drives) yang akan Anda tentukan kapasitas system restore-nya

2) kemudian tekan tombol setting. Setelah itu tentukn persentase kapasitas yang diinginkan.


Apakah kerja system restore dapat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri?
Tidak. System restore tidak bekerja non-stop secara terus menerus ia hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk dapat melakukan pencatatan (system snapshot). Dan pencatatan ini juga dilakukan hanya pada saat komputer dalam keadaan menyala, namun tidak sedang digunakan.

Siapa saja yang dapat menggunakan system restore ?
Hanya user yang memiliki hak administrator saja yang dapat melakukan restorasi sistem. Juga untuk melakukan pengaturan sistem restore(pertanyaan kedua dan ketiga).
Meskipun demikian pencatatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer akan tetap berjalan, dengan menggunakan hak login siapa saja.

Hanya sistem saja

apa saja yang direstorasi oleh system restore?

Yang di restorasi oleh system restore hanya file yang ada pad sistem saja. Selebihnya tidak. Berbeda dengan fitur back-up yang menyimpan data personal.

Meskipun demikian, bukan berati sistem anda kembali menjadi nol atau ter-reset. Misalnya saja password pada Windows yang tidak akan ikut terrestorasi. Begitu *** password yang ada pada cache memory internet explorer anda.

Namun, lain halnya dengan password yang ada pada program-program. Misalnya password untuk login ke Yahoo!. Umumnya Anda yang mengaktifkan fitur remember user name and password atau automatically login, tidak akan dapat melihat password Anda masih tertulis disana, kolom password ini kosong.

Jangan panik. Karena password pada aplikasi semacam ini umumnya disimpan pada server luar komputer Anda, sehingga Anda tidak perlu khawatir. Cukup masukan login dan password yang sama, Anda pun dapat mengakses kembali ke Yahoo! Messenger Anda.

Apalagi yang direstorasi dan yang tidak direstorasi oleh sytem restore?

Berikut adalah data lain yang direstorasi oleh sytem restore :
1) Perubahan yang ada dalam registry
2) Profil local
3) COM + DB
4) WFP.dll cache
5) WMI DB
6) IIS Metabase

Dan berikut dalah data lain yang tidak direstorasi dengan system restore :
1) Setting pada DRM
2) Setting pada WPA
3) Data pada folder redirect program.

Bagaimana dengan aplikasi?apakah system restore akan melakukan uninstal pada aplikasi tersebut?
Aplikasi yang sudah diinstal tidak di-uninstal oleh system restore. Apalagi jika aplikasi tersebut memangtidak dimonitor oleh system restore. Oleh sebab itu, ada baiknya bila Anda meng-uninstall terlebih dahulu aplikasi yang akan dihilangkna, kemudian lakukan system restore.

Pada aplikasi, system restore hanya akan menghilangkan perubahan-perubahan baik yang terjadi pada sistem karena aplikasi tersebut maupun pada registry. Serta menghapus semua file tambahan yang berkaitan dengan aplikasi tersebut.

Ingat bahwa system restore berbeda dengan back up
Untuk data personal baik yang tersimpan dalam My Document setiap profil atau data pada partisi terpisah, tidak akan mengalami perubahan apapun. Karena memang system restore tidak mengamati file-file seperti itu.(doc,JPEG, dan sebagainya)

Restore Point
Pada saat kapan saja restore point dilakukan?
Tidak ada waktu pasti kapan restore point dilakukan. Yang pasti pembuatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer hanya dilakukan bila komputer idle. Dan untuk proses ini komputer akan selalu stand by. Sehingga kapan saja(setiap hari sekalipun)komputer idle, system restore baru membuat restore point.

Bagaimana membuat restore point?
Cara membuat restore point secara manual adalah sebagai berikut:
1) Tekan menu start
2) Pilih All Program, Accecoris, System Tools, System Restore.
3) Setelah System restore Wizard terbuka berikan tanda pada create a restore point, dan tekan tombol next
4) berikan nama pada restore point yang Anda buat, tekan Next
5) kemudian tekan tombol create. Restore point yang Anda buat akan dicatat sebagai restore point pada jam dan waktu pembuatan dilakukan.

Bagaimana menghapus restore point?
Penghapusan restore point hanya dapat dilakukan sekaligus untuk semua restore point kecuali restore point yang paling terakhir dilakukan. Kecuali Anda menonaktifkan system restore – penonaktifan akan membuat restore point hilang semua. Klik kanan partisi dimana restore point ingin dihapus, lalu pilih propertis. Kemuadian tekan tombol Disk Clean Up dan buka halaman More Option. Setelah itu pada bagian System Restore tekan tombol Clean Up.

Bagaimana menjalankan system restore ?
System restore dapat digunakan baik dalam modul normal atau safe mode. Untuk mengakses system restore dari modul normal:

1) Pilih menu Start, All Program, accessories, System Tools, System Restore.
2) Setelah itu pada opsi dikanan atas pilih Restore My Computer to an earluer time. Tekan Next.
3) Tentukan waktu dimana system ingin dikembalikan.
4) Jika sudah yakin terus Next, sampai kemudian system restore akan berjalan.
5) Setelah selesai menjalankan restorasi akan muncul layar memberikan laporan.

Untuk menjalankan system restore pada halaman safe mode, Anda dapat langsung menekan opsi tersebut pada saat akan masuk dalam safe mode. System Restore dalam safe mode sangat berguna bila ternyata kerusakan yang ada membuat Anda tidak dapat melakukan booting sebagaimana normalnya. Sehingga dapat kembali dengan mudah ke keadaan sebelum booting gagal.

Bagaimana? Sekarang Anda sudah mengetahui apa manfaat System Restore. Tidak ada salahnya lagi menggunakan System Restore ini dari pada harus berkali-kali menggunakan opsi repair atau perbaikan yang ada pada Windows. Proses System Restore hanya memakan waktu sebentar. Setelah System Restore dijalankan, komputer akan me-restart dan login dalm modul biasa. Bila sudah seperti ini, maka komputer sudah dapat digunakan kembali.

Catatan :
Setiap kali selesai menyingkirkan sebuah virus, sebaiknya Anda mereset System Restore Anda. Agar pada saat System Restore dijalankan, virus tidak tersimpan atau terinstal kembali. Cara me-reset System Restore adalah dengan cara menonaktifkan sementara lalu mengaktifkannya kembali dengan segera.

Hal ini dikarenakan untuk virus-virus tertentu, mereka akan kembali terestorasi begitu System Restore di jalankan. Oleh sebab itu, harus benar-benar diperhatikan ketika Anda terfikir untuk menjalankan System Restore.
Baca Selanjutnya..

Followers

 

Copyright © 2009 by EKO JOKO WEBLOG